JLPT N2MODE BACA
JLPT N2 - 2017年07月
Kunci jawaban resmi dan pembahasan lengkap ditampilkan langsung untuk eksplorasi materi.
SESI 13 SOAL
内容理解(長文) (Pemahaman Teks Panjang)
次の文章を読んで、後の問いに対する答えとして最もよいものを、1・2・3・4から一つ選びなさい。
WACANA / STIMULUS SOAL
人生はいつも旅になぞらえられる(注1)。
人は人生という旅路を、地図もなく歩いている。誰しも(注2)そうだし、それが人間としては自然な姿である。人生に地図などあるわけがない。なのに人は、人生の地図をもとうとするのが常だ。暗闇の中を歩くのが不安で仕様がないのだ。迷ってしまった時の恐怖を想像したくないからだ。
そして自分の地図には、人生の設計図としてわがままな道程(注3)が記されている。三十歳までには結婚し、三十五歳頃には二人の子どもをもつ。四十歳には課長になり、五十歳までには何とか部長に昇進(注4)する。
(中略)
人生の地図に描かれた道を、その通りに歩むことができるなら、そんなに楽なことはない。一度も脇道にそれずに、ただまっすぐに歩くことができるのなら、人は何も悩まなくても済むだろう。そんな人生を送る人間は、おそらくこの世に一人もいない。もしそういう人間がいるのだとしたら、それはその人間の人生ではない。その人生は他人から与えられたものに過ぎない。
五十歳の時には部長になっている。これは今という現在地から見た目標であろう。目標をもつことはもちろん大切なことだ。しかし、その目標へ辿り着く道は決して一本ではない。五十歳という現在地に立った時、もし部長になっていなければどうするのか。一枚の地図しか持っていない人、あるいは決して地図を書き変えようとしない人は、そこで人生の現在地を見失って(注5)しまうだろう。「今、自分はこの場所にいるはずなのに、全く違う所に来てしまった」と、そんな思いにとらわれ(注6)てしまい、行くべき道も見失ってしまうのである。
地図をもたない人生が不安であるならば、地図をもてばいいだけのことだ。しかし、その一枚の地図にこだわってはならない。常に現在地を確認しながら、どんどん地図を書き変えていくことだ。
少し脇道に入ってしまったのなら、その脇道を歩いてみればいい。無理をして元の道に戻ろうとしても、余計に迷うだけだ。脇道を歩いているうちに、いつの間にか元の道に戻ることもあるだろうし、また別の大通りに出会うこともあるだろう。人生には数え切れないほどの道があることを知っておいたほうがいい。今いる場所さえしっかりと認識(注7)できていれば、人はどんな道だって歩いていくことができるものだ。
(立松平和『人生の現在地――まだまだ迷っているぞ、私は。』による)
(注1) なぞらえられる: たとえられる
(注2) 誰しも: 誰でも
(注3) 道程: ここでは、道
(注4) 昇進する: 出世する
(注5) ~を見失う: ~がわからなくなる
(注6) とらわれる: 縛られる
(注7) 認識できる: わかる
1
(71) 筆者によると、なぜ人は人生の地図をもとうとするのか。
1.
人間として自然な姿だから
2.
希望通りの人生を送りたいから
3.
行くべき道がわからないと不安だから
4.
早く目標に到達しないと不安になるから
PENJELASAN SOAL:
筆者 (penulis) menegaskan bahwa manusia selalu ingin memegang peta kehidupan karena merasa sangat cemas jika harus berjalan dalam kegelapan tanpa tahu arah tujuan serta takut tersesat.
Pertanyaan ini menanyakan alasan mengapa manusia cenderung ingin memiliki 人生の地図 (peta kehidupan). Jawaban dapat ditemukan langsung pada paragraf pertama. Di situ tertulis bahwa berjalan tanpa peta sebenarnya adalah wujud alami manusia, namun manusia selalu berupaya memiliki peta karena 暗闇の中を歩くのが不安で仕様がないのだ。迷ってしまった時の恐怖を想像したくないからだ (berjalan di dalam kegelapan itu cemasnya bukan main, dan orang tidak ingin membayangkan rasa takut saat tersesat). Berjalan dalam kegelapan dan tersesat ini bermakna tidak mengetahui jalan yang harus ditempuh, yang menimbulkan rasa cemas tak tertahankan. Oleh karena itu, pilihan yang menyatakan rasa cemas jika tidak tahu jalan yang harus dituju adalah jawaban yang paling tepat.
Terjemahan: Namun, sudah menjadi kebiasaan manusia untuk berusaha memiliki peta kehidupan; itu karena berjalan di dalam kegelapan terasa amat mencemaskan, dan mereka tidak ingin membayangkan rasa takut saat tersesat.
- 1人間として自然な姿だから (karena merupakan wujud yang alami sebagai manusia). Kalimat kedua teks justru menyebutkan bahwa berjalan tanpa peta (地図もなく歩いている) itulah wujud alami manusia, bukan memiliki peta. Pilihan ini menggoda karena meminjam kata persis dari wacana, tetapi maknanya bertolak belakang dengan yang dimaksud penulis.
- 2希望通りの人生を送りたいから (karena ingin menjalani kehidupan sesuai harapan). Paragraf kedua memang menyebutkan bahwa orang menulis rancangan jalan hidup yang ideal bagi dirinya sendiri di petanya, namun itu adalah isi petanya, bukan alasan mendasar mengapa orang terdorong untuk memiliki peta tersebut sejak awal.
- 3行くべき道がわからないと不安だから (karena cemas jika tidak mengetahui jalan yang harus ditempuh). Ini mengungkapkan kembali secara tepat kalimat wacana yang menyatakan manusia sangat cemas berjalan dalam kegelapan dan takut tersesat (暗闇の中を歩くのが不安で仕様がない、迷ってしまった時の恐怖).
- 4早く目標に到達しないと不安になるから (karena menjadi cemas jika tidak segera mencapai tujuan). Paragraf berikutnya memang menyinggung usia dan jenjang karier sebagai target, tetapi wacana sama sekali tidak menyatakan bahwa dorongan memiliki peta muncul dari kecemasan karena belum cepat mencapai tujuan.
Poin:仕様がない~のではないか / ~からだ
2
(72) その人生とは、どのような人生か。
1.
地図に頼らずにまっすぐに歩む人生
2.
地図通りの道を歩む人生
3.
他人と同じような道を歩む人生
4.
道に迷いながら歩んでいく人生
PENJELASAN SOAL:
Kunci jawaban benar karena kata tunjuk pada kalimat tersebut merujuk kembali pada kehidupan yang dijalani persis seperti rencana awal yang telah digambarkan pada peta kehidupan.
Soal ini menanyakan maksud dari frasa その人生 (kehidupan seperti itu) yang terdapat pada paragraf keempat wacana. Untuk menjawab soal yang menguji kata tunjuk, kita harus menelusuri kalimat-kalimat persis sebelumnya. Di awal paragraf tersebut, penulis menyatakan bahwa alangkah mudahnya jika seseorang bisa menempuh jalan tepat seperti yang digambar di peta kehidupannya tanpa pernah melenceng ke jalan samping. Penulis lalu menyebutkan bahwa manusia yang menjalani kehidupan seperti itu rasanya tidak ada di dunia ini, dan seandainya pun ada, jalan hidup tersebut sejatinya bukan miliknya sendiri melainkan hanya pemberian orang lain. Dengan demikian, ungkapan tersebut jelas mengacu pada kehidupan yang berjalan persis sesuai peta atau rencana.
Terjemahan: Kehidupan seperti itu tidak lebih dari sekadar sesuatu yang diberikan oleh orang lain.
- 1地図に頼らずにまっすぐに歩む人生 (kehidupan yang berjalan lurus tanpa bergantung pada peta). Teks justru membahas orang yang berupaya berjalan lurus tepat sesuai dengan peta yang dibuatnya, bukan tanpa bergantung pada peta sama sekali.
- 2地図通りの道を歩む人生 (kehidupan yang menempuh jalan persis sesuai peta). Pilihan ini merangkum secara tepat kalimat sebelumnya yang berbunyi menempuh jalan persis seperti yang digambarkan di peta kehidupan tanpa sekali pun melenceng.
- 3他人と同じような道を歩む人生 (kehidupan yang menempuh jalan yang serupa dengan orang lain). Kalimat di wacana memang menyebut kata orang lain, namun konteksnya adalah jalan tersebut diberikan oleh orang lain, bukan menjalani jalan yang sama seperti orang lain.
- 4道に迷いながら歩んでいく人生 (kehidupan yang terus berjalan sambil tersesat di jalan). Pilihan ini berkebalikan dengan konteks paragraf tersebut yang membicarakan kehidupan yang berjalan lurus mulus tanpa tersesat maupun melenceng sedikit pun.
Poin:指示詞の指す内容〜通りに
3
(73) この文章で筆者が最も言いたいことは何か。
1.
たくさんの地図を用意しておけば、人生で道に迷う心配がない。
2.
人生は現在地さえわかっていれば、新たな道を進むことができる。
3.
人生は行き先を決めれば、道に迷わずに自身の力で歩んでいける。
4.
人生の可能性を広げるには、地図にない道を進むべきだ。
PENJELASAN SOAL:
Kunci jawaban benar karena penulis menegaskan di akhir wacana bahwa asalkan kita menyadari posisi kita saat ini, kita akan selalu bisa melangkah di jalan mana pun, termasuk jalan baru.
Soal ini menanyakan pesan utama atau hal yang paling ingin disampaikan oleh penulis (筆者が最も言いたいこと). Pada paragraf-paragraf akhir, penulis menjelaskan bahwa dalam 人生 (kehidupan), rencana awal atau selembar 地図 (peta) tidak boleh dipegang secara kaku. Jika melenceng ke 脇道 (jalan samping), seseorang tidak perlu memaksakan diri kembali ke rute lama karena ada banyak jalan dalam hidup. Kalimat kunci penutup bacaan adalah 今いる場所さえしっかりと認識できていれば、人はどんな道だって歩いていくことができるものだ (asalkan tempat keberadaan saat ini dapat dipahami dengan baik, manusia bisa melangkah di jalan mana pun). Pesan ini diungkapkan kembali dengan sangat tepat pada pilihan 2.
Terjemahan: Asalkan tempat keberadaan saat ini dapat dipahami dengan baik, manusia bisa melangkah di jalan mana pun.
- 1たくさんの地図を用意しておけば、人生で道に迷う心配がない (jika menyiapkan banyak peta, tidak perlu khawatir tersesat dalam hidup). Penulis tidak menyarankan menyiapkan banyak peta dari awal, melainkan memperbarui peta hidup secara lentur seiring perubahan posisi kita. Pilihan ini menggoda karena wacana menyebutkan banyaknya jalan, tetapi kesimpulannya keliru.
- 2人生は現在地さえわかっていれば、新たな道を進むことができる (dalam hidup, asalkan tahu lokasi saat ini, seseorang dapat melangkah di jalan yang baru). Ini merupakan pengungkapan ulang yang akurat dari kesimpulan penulis di akhir wacana.
- 3人生は行き先を決めれば、道に迷わずに自身の力で歩んでいける (dalam hidup, jika menentukan tempat tujuan, seseorang bisa melangkah dengan kekuatan sendiri tanpa tersesat). Penulis menyatakan bahwa memiliki tujuan pun tetap bisa membuat orang tersesat jika ia kaku berpegang pada satu rencana saja.
- 4人生の可能性を広げるには、地図にない道を進むべきだ (untuk memperluas kemungkinan hidup, seseorang harus melangkah di jalan yang tidak ada di peta). Penulis tidak menganjurkan untuk sengaja mencari jalan yang tidak ada di peta demi potensi diri, melainkan memberikan sikap mental ketika tersesat atau keluar dari rencana awal.
Poin:~さえ~ば筆者の主張の読み取り言い換え