JLPT N1MODE BACA

JLPT N1 - 2021年12月

Kunci jawaban resmi dan pembahasan lengkap ditampilkan langsung untuk eksplorasi materi.

Detail Paket
SESI 14 SOAL

文章の文法 (Tata Bahasa Wacana)

次の文章を読んで、文章全体の趣旨を踏まえて、(41)から(44)の中に入る最もよいものを、1・2・3・4から一つ選びなさい。
WACANA / STIMULUS SOAL
「さっきから」ずっと家じゅうに、モノを配って歩くみたいなことをしていない?」。一日の終わりによく思う。その日使ったものをしまうため、部屋から部屋へと動き回る。
バッグの中身も、財布、名刺入れ、手帳などはひとまとめにしておくが、それ以外の日によって違う持ちものが結構ある。
折りたたみ傘を玄関収納に戻し、保冷バッグをキッチンに戻し、ストールをクローゼットに戻し、日焼け止めクリームを洗面所に戻し、書類を本棚に戻し……。出かけるときは急いでいるのでほぼ無心だが、片付ける段になり、こんなにもあちこちからモノをかき集めてきていたのかと(41)。
元の場所へ運んで、形を整え、入れることを繰り返していると、10分や20分はあっという間。一日のうちどのくらいの時間、モノをしまうのに費やしていることか。
今日じゅうに(42)、何も死ぬわけではない。後回しして消耗を防ぎ、明日に備える方がいいのでは。
そう考え、ある晩サボることにした。出張から帰ったキャリーバッグを、歯ブラシだけ抜きそのままにして寝る。
翌朝、着替えのはみ出たキャリーバッグが床にあるのを見て、どっと疲れをおぼえた。そのとき悟った。しなくていいようでいて、やはり必要な(43)。
元気は「元」の「気」と書く。一日の活動で昂ったり乱れたりした気が、本来の状態に立ち返る。
モノを所定の位置に戻すのは、その象徴的行為である。元気を「もらう」とよく言うが、私にとって元気はまず、付加より前にリセットだ。睡眠時間が多少短くなっても、今日のうちに(44)。
1
(41)
1.
驚くほどだ
2.
驚くようだ
3.
驚くべきだ
4.
驚くはずだ
PENJELASAN SOAL:
Pilihan 1 benar karena pola 驚おどろくほどだ menyatakan tingkat atau derajat yang luar biasa dari suatu kenyataan hingga membuat penulis sendiri merasa takjub atau terkejut.
Soal ini menanyakan ungkapan akhir yang paling tepat untuk melengkapi ungkapan perasaan penulis saat menyadari banyaknya barang yang ia bawa pulang dan harus dikembalikan ke tempatnya masing-masing.
Konteks kalimat menunjukkan kontras antara kondisi saat berangkat (hampir tanpa berpikir) dan kondisi saat tiba waktunya membereskan barang. Penulis menyadari betapa banyaknya barang yang telah dikumpulkan dari berbagai tempat di rumah, yang diungkapkan dengan frasa こんなにも (sebanyak ini) dan partikel kutipan と.
Pola kalimat 動詞どうし+ほどだ digunakan untuk mengekspresikan tingginya tingkat keparahan, intensitas, atau kondisi suatu hal sampai-sampai berada pada derajat tersebut. Dalam kalimat ini, banyaknya barang yang tercecer berada pada tingkatan yang sedemikian rupa hingga membuat penulis terkejut (驚おどろくほどだ).

Terjemahan: Saat berangkat saya terburu-buru sehingga pikiran hampir kosong, namun begitu tiba saatnya membereskan, saya sampai terkejut mendapati ternyata sebanyak ini barang yang telah saya kumpulkan dari sana-sini.

  • 1驚おどろくほどだ (sampai membuat terkejut), tepat digunakan untuk menggambarkan bahwa banyaknya barang yang harus dibereskan mencapai taraf yang sangat mengejutkan bagi penulis sendiri.
  • 2驚おどろくようだ (tampaknya terkejut), menggoda karena menyatakan kesan, tetapi akhiran ini menunjukkan dugaan subjektif dari sudut pandang pengamat luar atau perumpamaan, bukan penekanan intensitas perasaan penulis sendiri yang sedang menceritakan pengalamannya.
  • 3驚おどろくべきだ (sepatutnya terkejut), menggoda karena sering digunakan untuk hal-hal yang mencengangkan, namun ungkapan ini bermakna keharusan moral atau penilaian objektif bahwa seseorang wajib/harus terkejut, sehingga tidak lazim digunakan untuk menggambarkan reaksi spontan penulis saat membereskan rumah.
  • 4驚おどろくはずだ (pantas saja terkejut), menggoda karena menyatakan kepatutan secara logis, tetapi ungkapan ini digunakan ketika ada alasan masuk akal yang membenarkan perasaan terkejut orang lain atau kesimpulan logis dari suatu premis, bukan untuk menekankan derajat banyaknya barang milik penulis sendiri.

Poin:〜ほどだ〜べきだ〜はずだ〜ようだ

2
(42)
1.
片付けても
2.
片付ける限り
3.
片付けなくても
4.
片付けない限り
PENJELASAN SOAL:
Kunci jawaban nomor 3 benar karena konteks kalimat mengungkapkan pemikiran bahwa meskipun kegiatan membereskan barang tidak diselesaikan hari ini, hal itu bukanlah perkara hidup atau mati.
Bagian yang diuji adalah memilih ungkapan pengandaian konsesif yang tepat untuk menyambungkan alasan penulis ingin menunda pekerjaan. Penulis merasa lelah karena menghabiskan banyak waktu tiap malam untuk mengembalikan barang-barang ke tempat asalnya. Kalimat berikutnya menyatakan 後回あとまわしして消耗しょうもうを防ふせぎ、明日あしたに備そなえる方ほうがいいのでは (bukankah lebih baik menundanya demi mencegah kelelahan dan bersiap untuk esok hari). Dari pemikiran untuk menunda tersebut, logikanya adalah meskipun barang-barang tidak dibereskan dalam hari ini, tidak akan ada akibat fatal atau kematian. Pola ~なくても (walaupun tidak) yang berpasangan dengan 何なにも死しぬわけではない (bukan berarti akan mati) membentuk arti pengandaian toleransi bahwa tidak ada bahaya besar jika tidak melakukannya sekarang.

Terjemahan: Sekalipun tidak dibereskan hari ini pun, toh bukan berarti bakal mati.

  • 1片付かたづけても (walaupun membereskan) menggunakan bentuk afirmatif konsesif. Pilihan ini menggoda karena secara tata bahasa bisa menyambung ke ~ても, namun maknanya menjadi kontradiktif dengan niat penulis untuk menunda pekerjaan; tidak masuk akal berkata bahwa membereskan barang membuat orang berpikir tentang kematian.
  • 2片付かたづける限かぎり (selama membereskan) menyatakan syarat batas keberlangsungan. Pilihan ini tidak cocok karena konteks paragraf membahas pertimbangan untuk berhenti atau menunda beres-beres, bukan menyatakan syarat yang terjadi selama kegiatan beres-beres itu berlangsung.
  • 3片付かたづけなくても (walaupun tidak membereskan) secara tepat mengungkapkan konsesi negatif yang logis, yaitu bahwa mengabaikan atau tidak merapikan barang pada hari itu tidak menimbulkan bencana besar seperti kematian, sehingga menundanya ke hari esok adalah pilihan yang masuk akal bagi penulis.
  • 4片付かたづけない限かぎり (selama tidak membereskan / jika tidak membereskan) menyatakan batasan syarat negatif. Pilihan ini tampak menggoda karena mengandung negasi, tetapi bila dipadukan dengan 死しぬわけではない artinya justru menjadi janggal yaitu selama tidak beres-beres, bukan berarti akan mati, padahal yang dimaksud penulis adalah pemakluman pengandaian walaupun tidak beres-beres hari ini, bukan pembatasan syarat.

Poin:~なくても~わけではない

3
(43)
1.
プロセスだとか
2.
プロセスなのに
3.
プロセスだったが
4.
プロセスなのだと
PENJELASAN SOAL:
Pilihan 4 benar karena partikel 「と」 berfungsi mengutip isi dari kesadaran penulis pada kalimat sebelumnya, yaitu 悟さとった (menyadari), yang ditulis secara terpisah dengan gaya inversi.
Soal ini menguji pemahaman struktur kalimat terbalik (倒置とうち) dan partikel pengutip isi pikiran. Pada kalimat sebelumnya, penulis menulis: そのとき悟さとった (pada saat itu saya menyadari). Kalimat berikutnya berisi uraian mengenai apa yang sebenarnya disadari tersebut. Bila disatukan ke urutan normal, bunyinya adalah そのとき、しなくていいようでいて、やはり必要ひつようなプロセスなのだと悟さとった (pada saat itu saya menyadari bahwa meski kelihatannya tidak perlu dilakukan, ternyata itu adalah proses yang tetap diperlukan). Oleh karena itu, kalimat penjelas tersebut harus ditutup dengan partikel 「と」 sebagai penanda isi tuturan batin atau kesadaran, serta 「のだ」 untuk memberikan penegasan atas pemahaman baru yang ia dapatkan.

Terjemahan: Pada saat itu saya menyadari. Bahwa meski kelihatannya tidak perlu dilakukan, ternyata membereskan barang itu adalah proses yang tetap diperlukan.

  • 1プロセスだとか (seperti proses atau semacamnya). Bentuk 〜だとか biasanya dipakai untuk mendaftar contoh secara samar atau mengutip desas-desus yang tidak pasti. Ungkapan ini tidak cocok untuk menyatakan isi kesadaran batin yang baru saja dipahami secara mendalam oleh penulis sendiri.
  • 2プロセスなのに (padahal adalah proses). Akhiran 「〜のに」 menyatakan pertentangan dengan nuansa kekecewaan atau rasa heran. Jika kalimat diakhiri dengan bentuk ini, maknanya akan menggantung dan sama sekali tidak memiliki tautan gramatikal dengan predikat 悟さとった pada kalimat sebelumnya.
  • 3プロセスだったが (merupakan proses, tetapi). Bentuk lampau berkonjungsi 「〜が」 (tetapi) mengesankan ada klausa penjelas lanjutan yang bertentangan setelahnya. Selain membuat kalimat terputus tanpa penyelesaian, bentuk ini juga gagal mengaitkan isi kalimat ke predikat kesadaran di kalimat depan.
  • 4プロセスなのだと (bahwa itu adalah proses). Bentuk 「〜なのだ」 mengekspresikan penegasan atau pemahaman atas suatu hakikat, dan partikel 「と」 menyambungkan seluruh klausa tersebut sebagai isi dari kata kerja 悟さとった.

Poin:とのだ倒置

4
(44)
1.
戻したかった
2.
戻すことにしていこう
3.
戻せてよかった
4.
戻すようにしてほしい
PENJELASAN SOAL:
Pilihan 2 benar karena penulis mengungkapkan tekad untuk ke depannya terus membiasakan diri mengembalikan barang ke tempatnya pada hari itu juga, setelah menyadari pentingnya hal tersebut.
Soal ini meminta pengisi bagian rumpang (44) pada kalimat terakhir wacana, yang berfungsi sebagai kesimpulan dan penegasan sikap penulis setelah berefleksi. Penulis sebelumnya mencoba bermalas-malasan tidak membereskan barang, tetapi keesokan paginya justru merasa sangat lelah. Dari situ ia menyadari bahwa mengembalikan barang ke tempat semula adalah cara untuk me-reset energi diri. Kalimat penutup menyatakan sikap yang ingin dipertahankan mulai sekarang meskipun waktu tidurnya sedikit berkurang. Ungkapan 戻もどすことにしていこう menggabungkan pola 〜ことにする (memutuskan untuk melakukan sesuatu sebagai aturan pribadi) dan 〜ていく (melanjutkan tindakan ke masa depan) dalam 意向形いこうけい (bentuk maksud atau tekad) yaitu 〜ていこう (mari atau saya berniat untuk terus). Bentuk ini sangat tepat untuk menutup esai reflektif yang merumuskan kebiasaan hidup baru ke depannya.

Terjemahan: Meskipun waktu tidur menjadi sedikit lebih pendek, saya akan membiasakan diri untuk terus mengembalikannya pada hari itu juga.

  • 1戻もどしたかった (tadinya ingin mengembalikan). Bentuk ini menggoda karena menyatakan keinginan terhadap tindakan yang baik, tetapi akhiran lampau ini menyatakan keinginan di masa lalu yang umumnya tidak terlaksana. Padahal konteks kalimat penutup ini membicarakan tekad dan pola kebiasaan yang akan dijalani ke depannya.
  • 2戻もどすことにしていこう (saya akan membiasakan diri untuk terus mengembalikannya). Pola ini menggabungkan keputusan pribadi untuk membentuk kebiasaan dan arah tindakan ke masa depan dalam bentuk tekad, sehingga sangat tepat untuk merangkum pelajaran hidup yang baru disadari penulis.
  • 3戻もどせてよかった (syukurlah sudah bisa mengembalikannya). Bentuk ini menggoda bagi pembelajar karena memiliki nuansa positif atas selesainya suatu pekerjaan, tetapi ungkapan ini hanya dipakai untuk mengekspresikan kelegaan atas suatu peristiwa lampau yang nyata-nyata telah terlaksana, bukan untuk menyatakan komitmen umum di masa mendatang.
  • 4戻もどすようにしてほしい (saya ingin orang lain berusaha mengembalikannya). Bentuk 〜てほしい menggoda jika pembelajar terkecoh mengira ada anjuran atau harapan kepada pembaca, tetapi pola ini digunakan saat pembicara mengharapkan tindakan dari orang lain. Seluruh esai ini membahas refleksi diri dan kebiasaan pribadi penulis, sehingga penggunaan harapan kepada orang lain menjadi tidak relevan.

Poin:〜ことにする〜ていく意向形いこうけい