JLPT N1MODE BACA
JLPT N1 - 2017年12月
Kunci jawaban resmi dan pembahasan lengkap ditampilkan langsung untuk eksplorasi materi.
SESI 12 SOAL
統合理解(読解) (Pemahaman Terpadu)
次のAとBの文章を読んで、後の問いに対する答えとして最もよいものを、1・2・3・4から一つ選びなさい。
WACANA / STIMULUS SOAL
A
会社の仕事は学校と違い、知識だけでは役に立たず、実際の判断や行動が問題である。だから何ごとも、実際に経験しない限り、新しい能力は身につかない。今持っている能力というのはすべて、過去において未経験の仕事に取り組んだ結果、身についたものだ。
したがって、部下や後輩に対しては常に、今までの仕事をだいたいこなせる(注)ようになったなと思ったら、すかさず彼にとっては未経験の仕事を与え、それをやりとげるようバックアップをする必要がある。
(中略)
そして何とか問題を克服したら、必ずほめる。ほめることによって本人も「おれもやれるな」と自信がつき、次はこちらから未経験の仕事を与えなくても、自分で新しい問題を買って出るようになる。そして全力投球でそれと対決し、克服してさらに自信の持てる範囲を広げ、さらに未経験の課題に取り組むという成長循環に入っていく。
B
企業で人材を育てるには、上司が部下の行動のスタイルを理解して指導を行うことが重要だ。これまでは、まずはとにかく経験させ、その過程で試行錯誤しながら進歩していくのがよいと考えられてきたが、最近では事前に情報をインプットした上で経験をしたいというタイプが多い。このようなタイプには、未経験の仕事をいきなり与えるのではなく、十分に情報を与え全体像をつかませた上で、新しい仕事に取り組ませることが効果的だ。
最近の部下は現状維持でいいと考える人が多いという批判が聞かれるが、彼らの行動のスタイルに合わせて経験を積ませていくことによって視野が広がり、自ら新しいことに取り組もうという姿勢を持つようになるだろう。
(注)こなす:処理する
1
部下に未経験の仕事をさせることについて、AとBはどのように述べているか。
1.
AもBも、仕事上の判断や行動を学べるので多くさせたほうがいいと述べている。
2.
AもBも、与えられた仕事ができるようになったらさせたほうがいいと述べている。
3.
Aは自力でやりとげられそうな仕事ならさせたほうがいいと述べ、Bはイメージがつかめる仕事ならさせたほうがいいと述べている。
4.
Aは積極的に経験させたほうがいいと述べ、Bは十分な情報を与えてからさせたほうがいいと述べている。
PENJELASAN SOAL:
Kunci 4 benar karena A menganjurkan bawahan secara aktif diberi pekerjaan baru yang belum pernah dialami, sedangkan B menekankan perlunya pemberian informasi yang cukup sebelum pekerjaan tersebut dilakukan.
Soal ini menanyakan perbandingan pendapat A dan B tentang cara membuat bawahan melakukan pekerjaan baru. A menekankan 未経験の仕事を与え (memberikan pekerjaan yang belum pernah dialami) disertai dukungan agar bawahan dapat menyelesaikannya. B juga setuju bahwa bawahan perlu memperoleh pengalaman baru, tetapi menolak pemberian pekerjaan baru secara mendadak; bawahan perlu lebih dahulu memperoleh informasi dan memahami gambaran keseluruhannya. Jadi, perbedaan utamanya terletak pada cara pemberian pengalaman baru tersebut.
Terjemahan: Bagaimana A dan B menjelaskan tentang membuat bawahan melakukan pekerjaan yang belum pernah mereka alami?
- 1AもBも、仕事上の判断や行動を学べるので多くさせたほうがいいと述べている。(A dan B sama-sama menyatakan bahwa bawahan sebaiknya sering melakukannya karena dapat mempelajari penilaian dan tindakan dalam pekerjaan.) Pilihan ini menggoda karena A memang menyatakan bahwa kemampuan baru diperoleh melalui pengalaman, dan B juga menganggap pengalaman penting. Namun, B tidak sekadar menganjurkan agar pekerjaan baru dilakukan sebanyak mungkin; B menekankan bahwa cara pemberiannya harus disesuaikan dengan gaya bawahan dan didahului informasi yang memadai.
- 2AもBも、与えられた仕事ができるようになったらさせたほうがいいと述べている。(A dan B sama-sama menyatakan bahwa pekerjaan baru sebaiknya dilakukan setelah pekerjaan yang diberikan sudah dapat dikerjakan.) Ini sesuai sebagian dengan A, karena A menyarankan pemberian tugas baru ketika bawahan kira-kira sudah mampu menangani tugas sebelumnya. Akan tetapi, B tidak menetapkan syarat tersebut. B menyatakan bahwa sebelum tugas baru diberikan, bawahan perlu memperoleh cukup informasi dan memahami gambaran keseluruhan.
- 3Aは自力でやりとげられそうな仕事ならさせたほうがいいと述べ、Bはイメージがつかめる仕事ならさせたほうがいいと述べている。(A menyatakan bahwa bawahan sebaiknya melakukan pekerjaan yang tampaknya dapat diselesaikan sendiri, sedangkan B menyatakan bahwa bawahan sebaiknya melakukan pekerjaan yang dapat dibayangkan.) Bagian tentang B tampak mendekati karena B meminta bawahan memahami gambaran keseluruhan lebih dahulu. Namun, bagian A tidak tepat: A justru menyatakan perlunya dukungan dari atasan agar bawahan dapat menyelesaikan pekerjaan baru, bukan memilih pekerjaan yang dapat dituntaskan sepenuhnya dengan kekuatan sendiri.
- 4Aは積極的に経験させたほうがいいと述べ、Bは十分な情報を与えてからさせたほうがいいと述べている。(A menyatakan bahwa bawahan sebaiknya secara aktif diberi pengalaman, sedangkan B menyatakan bahwa bawahan sebaiknya melakukannya setelah diberi informasi yang cukup.) Ini paling tepat merangkum kedua bacaan. A mendorong pemberian tugas baru secara cepat setelah bawahan mampu menangani tugas lama, dengan dukungan dari atasan. B menekankan urutan yang berbeda, yaitu informasi yang cukup dan pemahaman menyeluruh terlebih dahulu, baru pengalaman kerja baru.
Poin:未経験の仕事情報を与えてから全体像をつかむ積極的に経験させる
2
AとBが共通して部下に期待していることは何か。
1.
会社で必要な新しい行動スタイルを身につけること
2.
新しいことに挑戦しようという気持ちを持つこと
3.
自力で多くの問題を克服できるようになること
4.
自身がしている仕事に自信を持つこと
PENJELASAN SOAL:
Kedua teks sama-sama mengharapkan agar bawahan pada akhirnya memiliki kemauan dan inisiatif sendiri untuk menantang atau mencoba hal-hal baru.
Soal ini menanyakan hal apa yang sama-sama diharapkan oleh penulis teks A dan penulis teks B terhadap bawahan. Pada akhir teks A, penulis menjelaskan bahwa melalui bimbingan dan pujian, bawahan akan terdorong hingga 自分で新しい問題を買って出るようになる (menjadi mau mengajukan diri sendiri untuk menghadapi masalah baru). Sementara itu, pada akhir teks B, penulis menyebutkan bahwa penyesuaian gaya bimbingan akan membuat bawahan 自ら新しいことに取り組もうという姿勢を持つようになる (memiliki sikap untuk mencoba hal-hal baru atas kemauan sendiri). Keduanya sama-sama menekankan pentingnya menumbuhkan motivasi atau sikap untuk menantang hal baru, sehingga pilihan 2 adalah jawaban yang paling tepat.
Terjemahan: Apa hal yang sama-sama diharapkan oleh A dan B terhadap bawahan?
- 1会社で必要な新しい行動スタイルを身につけること (menguasai gaya perilaku baru yang dibutuhkan di perusahaan). Kata 行動スタイル (gaya perilaku) memang muncul pada teks B, tetapi itu merujuk pada gaya belajar masing-masing bawahan yang perlu dipahami oleh atasan, bukan sesuatu yang dituntut agar diubah atau dikuasai oleh bawahan.
- 2新しいことに挑戦しようという気持ちを持つこと (memiliki perasaan untuk menantang hal-hal baru). Hal ini sesuai dengan harapan teks A yaitu berani mengajukan diri menghadapi masalah baru dan harapan teks B yaitu munculnya sikap untuk mencoba hal baru atas inisiatif sendiri.
- 3自力で多くの問題を克服できるようになること (menjadi mampu mengatasi banyak masalah dengan kekuatan sendiri). Pada teks A disebutkan bahwa atasan perlu memberi dukungan, bukan membiarkan bawahan menyelesaikannya sendirian tanpa bantuan. Teks B juga tidak menekankan kemampuan mengatasi masalah secara mandiri sebagai tujuan akhir.
- 4自身がしている仕事に自信を持つこと (memiliki rasa percaya diri terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri). Memiliki rasa percaya diri memang disebut dalam teks A sebagai jembatan untuk berkembang, tetapi itu bukan tujuan akhir yang disoroti oleh kedua teks secara bersamaan, melainkan sarana agar bawahan berani mencoba hal baru.
Poin:買って出る取り組む姿勢