JLPT N1MODE BACA

JLPT N1 - 2017年12月

Kunci jawaban resmi dan pembahasan lengkap ditampilkan langsung untuk eksplorasi materi.

Detail Paket
SESI 15 SOAL

文章の文法 (Tata Bahasa Wacana)

次の文章を読んで、文章全体の趣旨を踏まえて、(41)から(45)の中に入る最もよいものを、1・2・3・4から一つ選びなさい。
WACANA / STIMULUS SOAL
以下は、小説『望月青果店』(小手鞠るい著)についての書評である。
思春期の頃、母親の存在を疎ましく(注1)思った。初めて恋をした頃だった。恋するという感情が嬉しいような恐ろしいような気がしていて、何かのせいにしたかったのだと思う。自分の中には母親と同じ血が流れていて、だから恋なんかするんだ、全てお母さんのせいなのだと変な理屈で恋心を納得させようとしていた。
本書の主人公・鈴子(41)母親は天敵のような存在で、母からいつも逃げたいと思っていた。そして結婚に猛反対した母を捨てるような気持ちで誠一郎と一緒になったのだ。50代になった鈴子は、盲目の夫・誠一郎と盲導犬の茶々(ちゃちゃ)とアメリカでペンションを経営しながら穏やかな日々を過ごしている。
(42)、小さな青果店を営む岡山の実家から母親の体調が悪いことを知らされ、5年ぶりの里帰り(注2)を計画するのだが、大雪による停電が続き里帰りは危ぶまれる。停電の中で様々な過去の記憶が甦(よみがえ)る。母との確執、初恋の人・隆史と交わした約束……。
過去の記憶を過ぎたことと忘れてしまえればどんなに楽かと(43)。記憶は塗り変えることが出来ないから厄介で、いつまでも胸を締め付ける。思春期の頃に母親に投げかけた酷い言葉がふとした時に生々しく心の中に甦って居たたまれないような気持ちになる(注3)ことがある。
(44)、記憶は塗り変えられないけれど、新しい記憶を育むことは出来る。停電の中で鈴子は、結婚前に再会した隆史が時間を超えて果たしてくれた約束を思い出す。それは、母から誠一郎へと旅立つ鈴子の背中を強引に押してくれた。誰にも言えない秘密の思い出だった。記憶は人の心を締め付けることも温めることも出来る。誠一郎との暮らしの中で育まれてゆく静かで豊かな幸福な時間は、鈴子の母への思いを少しずつ和らげてくれる。物語の最後で交わされる母娘の電話の会話はとっても可愛くて微笑ましかった。本を閉じた後、(45)車を実家に走らせた。
(注1)疎(うと)ましい:いやな感じがして避けたい
(注2)里帰り:実家に帰ること
(注3)居たたまれないような気持ちになる:ここでは、落ち着いた気持ちでいられなくなる
1
(41)
1.
ではないが
2.
と同じく
3.
とは違って
4.
にとっても
PENJELASAN SOAL:
Pola にとっても (bagi ... pun) tepat karena menghubungkan pengalaman pribadi penulis di paragraf pertama dengan tokoh utama novel, yaitu sama-sama memandang sosok ibu sebagai keberadaan yang membebani atau sulit dihadapi.
Soal ini menguji pemahaman kohesi paragraf serta fungsi partikel majemuk yang menghubungkan sudut pandang pribadi penulis ulasan dengan isi novel yang dibahas. Pada paragraf pertama, penulis menceritakan masa remajanya sendiri yang menganggap keberadaan ibunya 疎うとましい (menyebalkan atau ingin dihindari). Pada paragraf kedua, penulis beralih membahas isi novel. Kalimat yang rumpang menyatakan hubungan antara 主人公しゅじんこう (tokoh utama) bernama 鈴子すずこ dengan 母親ははおや (ibu)-nya yang dianggap bagaikan 天敵てんてき (musuh alami). Partikel にとっても digunakan untuk menunjukkan sudut pandang atau posisi seseorang, sekaligus menambahkan nuansa 並列へいれつ atau penambahan (juga/pun), sehingga maknanya menjadi bagi 鈴子すずこ pun, ibu adalah sosok yang seperti musuh alami.

Terjemahan: Bagi {鈴子|すずこ}, sang tokoh utama buku ini pun, ibu adalah sosok yang bagaikan musuh alami, dan ia selalu ingin melarikan diri dari ibunya.

  • 1ではないが (walaupun bukan). Pilihan ini menggoda jika pembaca mengira ada kontras antara tokoh dan orang lain, tetapi secara struktur kalimat dan konteks makna menjadi janggal karena membuat frasa di depannya tidak tersambung dengan predikat yang menjelaskan pandangan 鈴子すずこ terhadap ibunya.
  • 2と同とおなじく (sama seperti). Ungkapan ini menggoda karena ada nuansa kesamaan antara pengalaman penulis dan 鈴子すずこ. Namun, jika diletakkan setelah nama 鈴子すずこ, kalimatnya menjadi sama seperti 鈴子すずこ, ibu adalah keberadaan seperti musuh alami. Ini keliru karena yang dianggap musuh adalah sang ibu, bukan 鈴子すずこ.
  • 3とは違とはちがって (berbeda dengan). Pilihan ini menggoda jika pembaca salah mengira hubungan tokoh dengan ibunya bertolak belakang dengan pengalaman penulis. Secara gramatika, pola ini juga akan membandingkan 鈴子すずこ langsung dengan sang ibu, bukan menjelaskan sudut pandang 鈴子すずこ.
  • 4にとっても (bagi ... pun). Bentuk ini sangat tepat untuk menyatakan sudut pandang 鈴子すずこ (鈴子すずこにとって) sekaligus menambahkan partikel も untuk menyelaraskannya dengan perasaan serupa yang dirasakan penulis pada paragraf sebelumnya.

Poin:にとっても

2
(42)
1.
ある日
2.
あの日に
3.
こうして
4.
そうやって
PENJELASAN SOAL:
Pilihan 1 benar karena ある日ひ (suatu hari) lazim digunakan dalam narasi untuk memperkenalkan kejadian baru yang tiba-tiba terjadi dan memicu alur cerita berikutnya.
Bagian ini menguji pemilihan kata sambung atau penanda waktu untuk mengawali paragraf baru dalam sebuah ringkasan cerita fiksi. Pada akhir paragraf sebelumnya, diceritakan kondisi keseharian sang tokoh utama, 鈴子すずこ (Suzuko), yang sedang menjalani hari-hari damai di Amerika. Paragraf berikutnya menceritakan titik balik atau insiden yang menggerakkan jalan cerita novel tersebut, yaitu kabar sakitnya sang ibu di 岡山おかやま (Okayama). Penanda waktu naratif yang paling alami untuk beralih dari deskripsi kehidupan sehari-hari ke sebuah kejadian pemicu adalah ある日ひ.

Terjemahan: Suatu hari, ia diberitahu bahwa kondisi kesehatan ibunya memburuk dari rumah orang tuanya di Okayama yang menjalankan toko buah dan sayur kecil, lalu ia merencanakan kepulangan ke kampung halaman untuk pertama kalinya setelah lima tahun, tetapi pemadaman listrik terus berlanjut akibat salju lebat sehingga kepulangannya diragukan.

  • 1ある日ひ (suatu hari) sangat tepat untuk memulai suatu peristiwa atau insiden tertentu yang mengawali babak baru cerita, setelah sebelumnya memaparkan situasi kehidupan yang damai.
  • 2あの日ひに (pada hari itu) menggoda karena menunjukkan masa lampau, namun kata penunjuk あの mengacu pada hari spesifik yang sudah dibahas sebelumnya atau hari tertentu yang diingat oleh pembicara dan lawan bicara, padahal di kalimat sebelumnya sama sekali belum ada hari tertentu yang dirujuk.
  • 3こうして (beginilah / dengan begini) menggoda sebagai kata transisi antarkalimat, namun ungkapan ini digunakan untuk menyimpulkan bagaimana suatu keadaan terwujud dari proses sebelumnya, bukan untuk memperkenalkan peristiwa baru yang tak terduga.
  • 4そうやって (dengan cara begitu) digunakan untuk merujuk pada metode atau cara melakukan sesuatu dari kalimat sebelumnya, sehingga maknanya sama sekali tidak cocok sebagai penanda waktu dimulainya kejadian baru.

Poin:接続詞せつぞくし時ときの表現ひょうげん

3
(43)
1.
よく思う
2.
よく思うらしい
3.
思った場合だ
4.
思っただけだ
PENJELASAN SOAL:
Pilihan 1 benar karena kalimat ini mengungkapkan perasaan atau pemikiran pribadi si penulis resensi sendiri secara berulang, sehingga bentuk yang paling alami adalah 良よく思おもう (sering kali berpikir demikian).
Soal ini menguji pemahaman terhadap sudut pandang penutur dan ungkapan ekspresi diri dalam sebuah wacana reflektif.
Pada paragraf keempat, penulis resensi beralih dari menceritakan kisah dalam novel ke perenungan pribadi tentang sifat ingatan manusia. Kalimat tersebut berbunyi: 過去かこの記憶きおくを過すぎたことと忘わすれてしまえればどんなに楽らくかと(43) (Betapa ringannya jika saja kenangan masa lalu bisa kulupakan sebagai hal yang sudah lewat, ...).
Ungkapan どんなに~かと思おもう (betapa ... pikirku) adalah pola untuk mengekspresikan intensitas perasaan atau lamunan seseorang. Karena di sini si penulis membicarakan isi hatinya sendiri yang kerap timbul berulang kali, penggunaan kata keterangan 良よく (sering kali) yang dipadukan dengan kata kerja bentuk kamus 思おもう (berpikir) menjadi pasangan yang tepat untuk menyatakan kebiasaan atau perenungan yang sering muncul di benak penulis.

Terjemahan: Sering kali kupikirkan, betapa ringannya jika saja kenangan masa lalu bisa kulupakan begitu saja sebagai hal yang sudah lewat.

  • 1良よく思おもう (sering berpikir). Bentuk ini menyatakan isi pikiran si penulis sendiri yang berulang kali dirasakan secara nyata, selaras dengan kelanjutan kalimat berikutnya yang membahas betapa menyusahkannya ingatan masa lalu yang kerap menghantui diri sendiri.
  • 2良よく思おもうらしい (tampaknya/katanya sering berpikir). Pilihan ini menggoda karena memakai bentuk praduga, namun akhiran ~らしい (tampaknya/kabarnya) dipakai untuk menduga atau menyimpulkan keadaan pihak ketiga. Karena penulis sedang mengungkapkan perasaan hatinya sendiri secara langsung, penggunaan ~らしい menjadi canggung dan tidak tepat.
  • 3思おもった場合ばあいだ (adalah jika/saat sempat berpikir). Ungkapan 場合ばあい (kondisi/kasus/keadaan) dipakai untuk menyatakan pengandaian kondisi atau situasi tertentu, bukan untuk menutup kalimat ungkapan emosi atau perenungan diri seperti どんなに~か.
  • 4思おもっただけだ (hanya sekadar berpikir). Pilihan ini menggoda karena terkesan merendah, tetapi ~だけだ (hanya sekadar) menunjukkan pembatasan bahwa hal itu hanya sebatas pikiran selintas tanpa beban lebih lanjut. Makna ini bertentangan dengan kalimat-kalimat setelahnya yang justru menjelaskan bahwa ingatan itu terus mencengkeram dada dan membuat perasaan sangat tertekan.

Poin:どんなに~かと思うSudut pandang penutur dalam wacana esai/resensi

4
(44)
1.
それに
2.
ただ
3.
だって
4.
まして
PENJELASAN SOAL:
Kata sambung 唯ただ (hanya saja / namun demikian) tepat untuk menghubungkan paragraf yang sebelumnya bernada suram tentang ingatan masa lalu yang menyakitkan ke sudut pandang baru yang membawa harapan bahwa ingatan baru bisa dipupuk.
Soal ini menguji ketepatan memilih kata sambung (接続詞せつぞくし) di awal paragraf kelima.
Paragraf keempat ditutup dengan pembahasan mengenai betapa menyiksanya ingatan masa lalu yang tidak bisa diubah (記憶きおくは塗ぬり変かえることが出来できないから厄介やっかいで、いつまでも胸むねを締しめ付つける / ingatan itu merepotkan karena tidak bisa diubah, serta terus-menerus menyesakkan dada) dan rasa sesal atas kata-kata kasar kepada sang ibu di masa remaja.
Kalimat di nomor (44) berbunyi: 記憶きおくは塗ぬり変かえられないけれど、新あたらしい記憶きおくを育はぐくむことは出来できる (meski ingatan tidak bisa diubah, kita bisa memupuk ingatan yang baru). Kalimat ini mengakui kebenaran dari pernyataan sebelumnya (ingatan memang tak bisa diubah), lalu menambahkan batas atau sudut pandang yang berlawanan dan bernuansa positif (namun kita bisa membuat ingatan baru).
Kata sambung yang berfungsi membatasi pernyataan sebelumnya atau beralih ke poin pengecualian/penyeimbang seperti ini adalah 唯ただ.

Terjemahan: Namun demikian, meski ingatan tidak bisa diubah, kita bisa memupuk ingatan yang baru.

  • 1其それに (selain itu / lagipula) digunakan untuk menambahkan informasi yang searah dengan pernyataan sebelumnya. Di sini kalimat yang mengikutinya menyajikan sudut pandang baru yang membalik nuansa pesimistis paragraf sebelumnya, sehingga kata penambah seperti ini tidak tepat.
  • 2唯ただ (hanya saja / namun demikian) digunakan untuk menyisipkan batasan, pengecualian, atau sudut pandang pelengkap yang sedikit berlawanan setelah mengakui apa yang dibahas sebelumnya. Di sini, penulis mengakui kepahitan bahwa ingatan tak bisa diubah, lalu beralih secara halus ke harapan bahwa ingatan baru tetap bisa dibentuk.
  • 3達だって (habisnya / karena) digunakan dalam percakapan kasual untuk membela diri atau memberikan alasan secara santai atas ucapan sebelumnya. Gaya bahasa ini terlalu kasual untuk teks ulasan buku (書評しょひょう) dan fungsinya sebagai penjelas alasan juga tidak sesuai dengan konteks kalimat.
  • 4況まして (apalagi / terlebih lagi) digunakan untuk menekankan bahwa hal berikutnya tentu jauh lebih berlaku dibandingkan hal yang baru saja disebutkan (biasanya dalam pola perbandingan menguatkan). Di sini tidak ada perbandingan tingkat seperti itu, melainkan pergeseran sudut pandang.

Poin:接続詞せつぞくしただ

5
(45)
1.
鈴子は会いたくなって
2.
鈴子は母親に会いたくなって
3.
母親に会いたくなって
4.
母親は鈴子に会いたくなって
PENJELASAN SOAL:
Kalimat terakhir menceritakan tindakan peresensi buku setelah selesai membaca novel tersebut, bukan tindakan tokoh 鈴子すずこ yang tinggal di Amerika, sehingga subjek kalimat adalah peresensi yang rindu dan ingin bertemu ibunya.
Soal ini menguji pemahaman alur wacana dan sudut pandang pencerita dalam sebuah resensi buku (書評しょひょう).
Teks ini menggabungkan ringkasan isi novel dengan pengalaman dan perasaan pribadi si penulis resensi. Di paragraf pertama dan keempat, penulis membagikan pengalaman pribadinya bersama sang ibu. Di paragraf kedua, ketiga, dan sebagian paragraf kelima, penulis menceritakan tokoh novel, 鈴子すずこ.
Pada bagian akhir teks, tertulis 本ほんを閉とじた後あと (setelah menutup buku), yang jelas merupakan tindakan si pembaca atau peresensi buku, bukan tokoh novel. Tokoh 鈴子すずこ dikisahkan tinggal di Amerika Serikat (アメリカ), sehingga mustahil ia menutup buku lalu mengendarai mobil ke rumah orang tuanya di Prefektur 岡山おかやま. Oleh karena itu, pelaku yang mengendarai mobil ke rumah orang tua (車くるまを実家じっかに走はしらせた) adalah si penulis resensi sendiri. Bentuk yang tepat tanpa memunculkan subjek 鈴子すずこ adalah pilihan 3, yaitu 母親ははおやに会あいたくなって (menjadi ingin bertemu ibu).

Terjemahan: Setelah menutup buku, karena menjadi ingin bertemu ibu, saya melajukan mobil menuju rumah orang tua.

  • 1鈴子すずこは会あいたくなって (Suzuko menjadi ingin bertemu). Pilihan ini menggoda karena novel memang menceritakan hubungan 鈴子すずこ dan ibunya, tetapi pelaku tindakan menutup buku dan menyetir mobil ke rumah orang tua adalah si penulis resensi, bukan tokoh 鈴子すずこ yang tinggal di Amerika Serikat.
  • 2鈴子すずこは母親ははおやに会あいたくなって (Suzuko menjadi ingin bertemu ibunya). Sama seperti pilihan 1, memasukkan 鈴子すずこ sebagai subjek adalah keliru karena kalimat penutup ini merupakan tindakan nyata si peresensi yang tergerak hatinya setelah membaca novel.
  • 3母親ははおやに会あいたくなって (menjadi ingin bertemu ibu). Pilihan ini tepat karena tidak menyertakan subjek 鈴子すずこ, sehingga secara alami merujuk pada perasaan si penulis resensi yang rindu kepada ibunya sendiri setelah membaca kisah tersebut.
  • 4母親ははおやは鈴子すずこに会あいたくなって (ibu menjadi ingin bertemu Suzuko). Pilihan ini salah secara konteks cerita maupun sudut pandang karena menjadikan ibu 鈴子すずこ sebagai subjek yang menutup buku dan menyetir mobil.

Poin:文脈ぶんみゃくの理解りかい視点してんの切きり替かえ主語しゅごの把握はあく