N2Perbandingan 3 pola

Konsekuensi dari premis: ijou, kara niwa, dan ue wa

Ketiganya menyatakan bahwa A bukan sekadar sebab biasa, melainkan premis yang telah diterima sehingga B dipandang sebagai kewajiban, tekad, tuntutan, atau kesimpulan yang wajar. 以上いじょう cenderung paling formal dan bernada lebih objektif. からには relatif lebih luwes serta mudah dipakai untuk komitmen pembicara. 上うえは sangat tegas dan kaku, terutama ketika keputusan, tindakan, atau jabatan diperlakukan sebagai dasar tanggung jawab.

Ringkasan perbedaan

  • Nuansa
    以上いじょう menempatkan A sebagai fakta, kedudukan, keputusan, atau keadaan yang telah diakui. B lalu terdengar sebagai tuntutan atau kesimpulan yang sukar dihindari berdasarkan premis itu. Bentuk dengan は dapat menambah penegasan.
    Ragam
    Cenderung formal, tertulis, dan agak objektif. Cocok untuk aturan, tanggung jawab jabatan, perjanjian, atau penilaian resmi.
    Batasan
    B biasanya berisi kewajiban, tekad, harapan kuat, atau penilaian, bukan akibat fisik atau kebetulan netral. V dan kata sifat-i memakai bentuk biasa. Untuk kata sifat-na dan nomina, gunakan である; bentuk lampau yang dicantumkan adalah だった以上いじょうは.
  • Nuansa
    からには juga berangkat dari A yang sudah pasti atau telah dipilih, tetapi sering terasa lebih dekat dengan sikap pembicara: jika A sudah demikian, B adalah hal yang pantas dilakukan atau dituntut. Pola ini lazim untuk komitmen diri maupun tuntutan terhadap orang atau lembaga.
    Ragam
    Netral hingga formal. Dibandingkan 以上いじょう, からには biasanya terasa kurang kaku dan lebih mudah muncul dalam pernyataan tekad, walaupun tetap bukan alasan kasual biasa.
    Batasan
    B perlu memuat komitmen, kewajiban, tuntutan, saran kuat, atau harapan yang wajar. Hindari untuk akibat netral semata. V dan kata sifat-i memakai bentuk biasa, sedangkan kata sifat-na dan nomina memakai であるからには.
  • Nuansa
    上うえは menegaskan bahwa karena seseorang telah memilih melakukan A, telah melakukan A, atau berada pada jabatan tertentu, ia harus menerima konsekuensi B. Dibandingkan dua pola lain, kesannya sering lebih keras sebagai penegasan tanggung jawab atau janji.
    Ragam
    Sangat formal dan tegas. Sering sesuai dalam pernyataan resmi, janji, pengumuman, atau penegasan tanggung jawab; kurang lazim untuk penjelasan sebab sehari-hari yang ringan.
    Batasan
    B harus berupa tanggung jawab, tekad, kewajiban, atau konsekuensi normatif, bukan hasil sebab-akibat netral. Sambungan yang diberikan adalah V bentuk kamus, V bentuk lampau, atau nomina dengan である. Data ini tidak mencantumkan sambungan langsung untuk kata sifat-i atau kata sifat-na.

Kalimat kontras

Isi bagian kosong dengan tiap pilihan: ○ wajar, △ kurang wajar, ✕ salah.

  1. Kalimat 1

    重要じゅうよう 、計画けいかくを見直みなおすべきだ

    Karena hal itu penting, rencana tersebut seharusnya ditinjau ulang.

    • Wajarである以上いじょうKata sifat-na 重要じゅうよう disambungkan dengan である sebelum 以上いじょう.
    • WajarであるからにはKata sifat-na juga memakai である sebelum からには dalam sambungan yang diberikan.
    • Salahな上うえはBentuk kata sifat-na dengan な tidak dapat langsung disambungkan ke 上うえは pada pola ini.
  2. Kalimat 2

    大会たいかいに出でる 、優勝ゆうしょうを目指めざしたい。

    Dalam percakapan sehari-hari, pembicara menyatakan tekad karena sudah memutuskan mengikuti kompetisi.

    • WajarからにはPaling alami untuk menyatakan komitmen pribadi dalam percakapan yang tidak terlalu formal.
    • Kurang wajar以上いじょうSecara tata bahasa benar, tetapi terdengar lebih formal dan objektif daripada nada percakapan pribadi ini.
    • Kurang wajar上うえはSecara tata bahasa mungkin, tetapi sangat tegas dan kaku untuk pernyataan pribadi yang ringan.

Pola yang dibandingkan

Konten: Nihongofy